Saya dahulu mahasiswa Brawijaya D3 Teknik Komputer Angkatan 2005 Malang Jawa Timur Indonesia, berhasil menemukan teori nuklir tanpa radiasi. Beberapa tahun belakangan saya menemukan teori pembuatan nuklir dari air dengan cara destilasi, kemudian menemukan teori nuklir dari asam folat. Kedua nuklir (air dan asam folat) tersebut berhasil menghumuskan tanah dari hasil ledakan nuklir tersebut setingkat tanah surga, untuk nuklir dari air menghasilkan tanah surgawi tingkat 3 dan untuk nuklir dari asam folat, ledakannya menghasilkan humus tingkat surga firdaus (surga tingkat tertinggi/tingkat8).
Beberapa
waktu lalu (tahun 2024) saya memiliki ide tentang teori nuklir berbahan baku
biji cempedak yang dijadikan serbuk sebagai bahan baku ledak dan sekiranya
ledakannya menghasilkan humus tanah surga tingkat 1.
Akhirnya
saya menyimpulkan dari teori-teori diatas bahwasannya semua zat yang mengandung
Hidrogen bisa digunakan untuk membuat nuklir, namanya juga bom hidrogen/ bom
atom. Sebagai contoh air dari nuklir dan zat asam memiliki kandungan hidrogen
bercampur dengan gas lain, Air rumusnya H2O dengan rumus destilasi H2
(Hidrogen 2) dipisah dengan O (Oksigen) sehingga H2 digunakan untuk
zat peledak termasuk zat asam. Untuk Biji cempedak melalui dengar dari peneliti
lain bahwa biji cempedak mengandung hidrogen biasa digunakan untuk karbit,
akhirnya timbul ide jika rudal nuklir isinya diganti dengan serbuk biji
cempedak yang mengandung hidrogen pastilah bisa menjadi nuklir. Ada beberapa
modifikasi untuk biji cempedak yaitu mencampur biji cempedak dengan serbuk
lombok / cabe sehingga daya ledaknya lebih besar dengan ukuran rudal yang lebih
kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar